PARADIGMA DAN REVOLUSI SAINS

1

Telaah Atas Konsep Pemikiran Thomas Samuel Kuhn dan Implikasinya dalam Wacana Pendidikan
Aan Najib

Catatan Awal

Shifting Paradigms adalah istilah yang cocok untuk menggambarkan terjadinya dimensi kreatif pikiran manusia dalam bingkai kefilsafatan. Shifting Paradigms merupakan letupan ide yang merangsang timbulnya letupan ide-ide yang lain, yang terjadi terus-menerus, sambung menyambung, baik pada orang yang sama maupun orang yang berbeda. Reaksi berantai ini pada akhirnya menjadi kekuatan yang bisa merubah wajah dan tatanan dunia serta peradaban manusia ke arah suatu “kemajuan”. Continue reading

MENGAPA BERFILSAFAT

0

Cara terpenting untuk memahami apa itu filsafat tidak lain adalah dengan berfilsafat. Berfilsafat, artinya menyelidiki suatu permasalahan dengan menerapkan argumen-argumen yang filosofis. Yang dimaksud dengan argumen-argumen yang filosofis adalah argumen-argumen yang memiliki sifat-sifat: deskriptif, kritis atau analitis, evaluatif atau normatif, spekulatif, rasional, sistematis, mendalam, mendasar, dan menyeluruh. Dengan perkataan lain, berfilsafat berarti: mempertanyakan dasar dan asal-usul dari segala-galanya, mencari orientasi dasar bagi kehidupan manusia. Continue reading

FUNGSI FILSAFAT

0

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa studi filsafat semakin menjadikan orang mampu untuk menangani pertanyaan-pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metodis ilmu-ilmu spesial. Jadi berfilsafat membantu untuk mendalami pertanyaan-pertanyaan asasi manusia tentang makna realitas (filsafat teoretis) dan lingkup tanggung jawabnya (filsafat praktis). Kemampuan itu dipelajarinya dari dua jalur: secara sistematis dan secara historis. Pertama, secara sistematis. Artinya, filsafat menawarkan metode-metode mutakhir untuk menangani masalah-masalah mendalam manusia, tentang hakikat kebenaran dan pengetahuan, baik biasa maupun ilmiah, tentang tanggung jawab dan keadilan, dan sebagainya. Continue reading

FILSAFAT ………….OH……………..FILSAFAT

0

Memberikan rumusan yang pasti tentang apa yang termuat dalam kata “filsafat” adalah suatu pekerjaan yang terlalu berani dan sombong! Saya ingin mulai dari sini. Memang, para peminat filsafat, kita sulit mendefinisikan kata yang satu ini. Bahkan para filsuf (ahli filsafat) pun mengakuinya. Apa yang membuatnya demikian adalah oleh karena terdapatnya beragam-ragam paham, metode dan tujuan, yang dianut, ditempuh dan dituju oleh masing-masing filsuf. Namun, sebuah pengertian awal mesti diberikan; maksudnya sebagai kompas agar kita tidak tersesat arah di dalam perjalanan memahami filsafat. Mengingat maksud ini, maka pengertian tersebut haruslah bersifat dapat dipahami sebanyak-banyak orang, sehingga dapat dijadikan tempat berpijak bersama. Continue reading

The End of Science

0

Facing the Limits of Knowledge in the Twilight of Scientific Age

Introduksi: Mencari ‘Jawaban Akhir’

Pada musim panas th 1989, dalam perjalanan ke pedalaman negara bagian New York, saya mulai memikirkan secara serius kemungkinan bahwa sains, sains murni, telah berakhir. Saya terbang ke Universitas Syracuse untuk mewawancarai Roger Penrose, seorang ahli fisika Inggris yang menjadi dosen tamu di sana. Sebelum bertemu Penrose, saya bergulat membaca bukunya yang padat dan rumit, “The Emperor’s New Mind”, yang secara mengagetkan menjadi bestseller beberapa bulan kemudian, setelah mendapat pujian di New York Times Book Review. Continue reading

MEMBANGUN METODE BERPIKIR REVOLUSIONER

0

Oleh: Sayid Rahardian

Secara singkat filsafat dapat dikatakan sebagai teori umum tentang kenyataan. FIlsafat meliputi penelaahan terhadap berbagai hal mendasar seperti hubungan antara berpikir dan keadaan (thinking and being), antara ide dan materi; bagaimana segala sesuatu berubah dan berkembang; apakah ada kehidupan lain setelah tubuh mati atau tidak; dan sebagainya. Singkatnya, filsafat mengamati semua masalah yang berurusan dengan alam, masyarakat dan pikiran. Karena itulah filsafat menjadi titik tolak yang sangat baik untuk studi kita. Continue reading

SAINS DARI TUHAN

0

Oleh Robert Matthews

Frustrasi oleh kegagalan mereka untuk membuktikan bahwa Tuhan tidak ada, ilmuwan memberikan spin baru: menjadi Tuhan.

Ini mungkin pertarungan kelas berat yang terpanjang dalam sejarah: di sudut merah, manusia dengan Jas Lab Putih, dan di sudut biru, Tuhan. Berabad-abad sains dan agama telah bertarung, setiap pihak dengan pendukung dan berharap akan pukulan knock-out. Anda mungkin berpikir manusia dengan Jas Lab Putih telah membuat lawannya bergantung di atas tali sejak ronde pertama 300 tahun yang lalu. Dari pukulan pertama mengenai apakah bumi mengelilingi matahari sampai dengan upper-cut dari teori evolusi, ilmuwan kelihatannya lebih banyak mengumpulkan nilai.

Apakah Tuhan sudah berakhir? Mungkin belum. Karena bagaimanapun keras mencoba, manusia dengan Jas Lab Putih belum dapat memberikan pukulan knock-out. Tuhan mungkin tidak berperan sebesar yang manusia kira, tetapi bukti yang nyata bahwa Dia hanyalah ilusi belum lagi ada. Kenyataannya, sebagian ilmuwan sekarang berpikir bahwa mereka melihat tanda-tanda Tuhan Juru Desain Besar dalam teori paling baru tentang alam semesta. Continue reading